PERJALANAN KE BALIK DINDING ES ANTARTIKA
Kalau kamu seorang yang open mind dan penyuka kisah konspirasi seperti konsep flat earth, mungkin sudah pernah mendengar atau membaca buku “The Navigator Who Crossed the Ice Walls” dan “Terra-Infinita”. Di Youtube dikenal dengan nama Nos Confunden.
Penulis dan pencipta di balik nama atau kanal “Nos Confunden” adalah Claudio Nocelli, seorang penulis dan kreator asal Buenos Aires, Argentina.

Claudio Nocelli lewat saluran YouTube Nos Confunden membahas berbagai teori alternatif, mitologi kuno, serta peta konsep Terra-Infinita (dunia yang tak terbatas), dimana bumi sebenarnya berbentuk datar dan dikelilingi oleh dinding es Antartika, dan tertutup oleh kubah tak terlihat (firmamen). Di luar dinding es Antartika terdapat banyak negara dan makhluk hidup lain yang belum diketahui.

Meski banyak yang menilai karyanya adalah fiksi belaka, namun bila dicermati banyak konsep yang sebenarnya merupakan fakta, terutama yang berhubungan dengan pembuktian ilmiah mengenai konsep flat earth.
Apabila dikupas lebih jauh lagi, kisah dalam buku “The Navigator Who Crossed the Ice Walls” dan konsep “Terra-Infinita” sebenarnya banyak bersinggungan dengan “sejarah dunia yang disembunyikan”.
Bila kamu pernah membaca The Book of Henok, kisah adanya raksasa (Nephilim) yang pernah hidup di bumi, menunjukkan relevansi yang masuk akal dengan kisah yang diceritakan oleh Claudio Nocelli. Kamu juga pasti paham mengapa kitab Henok itu tidak pernah dimasukkan dalam kanonikal Alkitab.
Saya akan posting secara berseri kisah dalam buku “The Navigator Who Crossed the Ice Walls” dalam bentuk terjemahan bebas versi saya.
Seperti saya bilang di awal, bagi orang-orang yang open mind dan penyuka kisah-kisah konspirasi seperti saya, kisah ini sangat menarik. Siapa tahu, entah suatu saat nanti, ternyata apa pun yang dibilang sebagai konspirasi bisa saja menjadi fakta real dan akan mengubah sejarah selamanya.
Sejarah akan ditulis ulang, entah oleh siapa dan kapan, bila masih ada waktu sebelum alam ini mengalami great reset dan kembali ke jaman purba.
Alur cerita utama dari buku Claudio Nocelli, “The Navigator Who Crossed the Ice Walls: Worlds Beyond the Antarctica”
Cerita dimulai pada akhir tahun 1700-an, pasca-Perang Kemerdekaan Amerika Serikat. Tokoh utamanya adalah William Morris, seorang mantan navigator Angkatan Laut (Continental Navy).
Setelah terpisah dari istrinya karena perang, Morris mendengar kisah dari sesama pelaut mengenai obsesi rahasia Kapten James Cook yang mencoba menembus dinding es Antartika. Ia juga mendengar rumor adanya peta koordinat rahasia yang menunjukkan celah tersembunyi di kutub selatan.
Didorong oleh rasa penasaran, Morris meluncurkan ekspedisi berani menggunakan kapal baru menuju perairan dingin Antartika. Setelah melewati rintangan badai dan cuaca ekstrem, Morris secara tidak sengaja menemukan sebuah celah atau jalur air tersembunyi di antara tebing-tebing es rahasia. Alih-alih membeku, jalur tersebut justru membawanya keluar ke sebuah samudra terbuka yang hangat, luas, dan sama sekali belum pernah dipetakan oleh manusia modern.
Di balik dinding es tersebut, Morris menemukan wilayah yang disebut Terra-Infinita (Bumi yang tak terhingga). Wilayah ini dihuni oleh berbagai daratan asing (seperti Lands of Eris, Asgard, Hydra, dan Laurentia). Morris berinteraksi dengan peradaban asing (extraterrestrial) dan ras kuno yang sangat maju, termasuk manusia raksasa (Anakim Giants) dan kaum bijak kuno. Peradaban di sana hidup tanpa polusi modern, menguasai teknologi spiritual, serta memiliki catatan sejarah murni tentang masa lalu dan masa depan umat manusia.
Melalui buku-buku kuno di perpustakaan rahasia di daratan tersebut, Morris mempelajari sebuah fakta pahit. Dunia tempat manusia tinggal (bumi kita saat ini) sebenarnya sengaja dikurung di dalam sebuah kubah tak terlihat (Invisible Dome) dan dikelilingi oleh dinding es Antartika. Pengurungan ini dilakukan oleh sekelompok elit penguasa manipulatif yang disebut The Custodians (Para Penjaga). Tujuan mereka adalah menipu manusia agar mengira Bumi itu kecil dan terbatas, sehingga manusia bisa terus dikontrol secara mental dari generasi ke generasi.
Perjalanan ini akhirnya berubah dari sekadar misi geografi menjadi perjalanan spiritual bagi Morris. Setelah mengetahui kebenaran kosmik tersebut dan menyadari bahwa sejarah manusia di dunia luar telah dihapus secara sengaja, Morris mengalami transformasi batin yang mendalam. Ia menyadari esensi jiwa manusia dan keterikatannya dengan alam semesta yang jauh lebih megah.
Pada posting berikutnya saya akan lanjutkan secara berseri kisah ini di website ini.




